Jangan Menyerah
Hari masih pagi ketika Tiara melangkahkan kakinya ke sekolah.
Sebagai anak kelas 3 SMP dia termasuk anak yang rajin dan tekun tadi kenal sebagai anak yang baik.
Namun entah kenapa pagi ini sepulang sekolah wajahnya tertunduk tanpa semangat dan bercerita kepada orang tuanya.
Dengan kesedihan yang mendalam dia akan menceritakan bagaimana teman-temannya membully dia dengan pura-pura bersikap baik tapi memintanya duduk dan ternyata ketika dia sudah duduk dia duduk di atas lantai yang berair.
Basah pasti rok Tiara dan jangan tanya bagaimana perasaannya malu kesel marah campur aduk jadi satu.
Segala macam perasaan berkelebat di hati Tiara kok bisa ya ada teman-teman yang punya karakter menyedihkan seperti itu.
Orang yang bisa tertawa di atas penderitaan orang lain.
Pasti sangat menyebalkan punya teman yang seperti itu.
Bukannya bahu membahu menciptakan kebaikan . Tapi justru menciptakan kesedihan dan penderitaan pada orang lain.
Faktanya itu bukan hanya sekedar kisah cukup banyak diantara kita yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang yang disebut teman sahabat kerabat atau bahkan saudara kandung.
Bersikap baik bermoral beretika dan sopan tidak selalu bisa didapatkan dari orang-orang sekitar kita. Ada saja keluhan yang muncul seseorang diperlakukan tidak baik oleh orang yang dikenal atau tidak dikenal secara langsung.
Lantas bagaimana cara yang bisa dilakukan agar seorang anak bisa survive menghadapi Bully-an dari teman atau orang di sekitarnya?
Ini tips survive menghadapi Bully-an orang lain
1. Camkan pada diri kita atau seorang anak bahwa kita adalah makhluk yang berkualitas dan layak untuk diperlakukan baik atau dihargai.
2. Ketika seseorang bully kita maka siapkan pertahanan diri lewat kata-kata atau sikap yang menunjukkan bahwa kita tidak seperti yang dituduhkan atau membalaskan kembali dengan membalikkan kata-kata yang dia ucapkan kepada pelakunya
Comments
Post a Comment