Perjalanan hidup memang tak akan pernah bisa diketahui akan seperti apa.
Namun dalam perjalanannya seseorang punya kemampuan untuk mengontrol memperbaiki dan melakukan tindakan penyelamatan agar bisa survive dan bertanggung jawab.
Faktanya tidak sedikit orang yang lebih senang santai menscroll gadget daripada menjalankan kewajiban dan tanggung jawab ekonomi terhadap keluarganya.
Ini salah satu kisahnya.
Anisa nggak habis pikir mengapa perjalanan hidupnya menjadi seperti ini. Kalau dulu impian sangat banyak untuk bisa meraih kebahagiaan. Kini ia harus tepat kepada rutinitas gimana iya seperti sendirian memperjuangkan impian Putri tercintanya.
Bekerja online dari subuh hingga jam 10.00 malam untuk saya survive dan memenuhi kebutuhan diri dan Putri cintanya.
Pilar yang semestinya kokoh lebih banyak bengong atau buka gadget dan scroll scroll saja tanpa peluang income.
Anisa Sudah meminta dia untuk realistis bekerja online agar memiliki income rutin meskipun tidak terlalu besar tetapi tetap tidak dilakukan entah dengan alasan apa.
Padahal realitasnya bekerja sebagai marketing dan juga content creator live memproduksi iklan yang diminta oleh klien menghasilkan peluang yang sangat baik untuk bisa survive secara ekonomi.
Sedih memang begitulah realitas yang harus dihadapi Anisa dan putrinya.
Kalau kita perhatikan saat ini cukup banyak wanita yang memiliki pasangan hidup tapi harus berjuang habis-habisan sendirian agar bisa menutup seluruh kebutuhan keluarga khususnya kebutuhan Putri atau putranya ter cintanya baik kebutuhan sandang pangan papan & biaya sekolah.
Pria atau seorang ayah semestinya Kokoh untuk berjuang memberikan income terbaik untuk keluarganya. Tapi faktanya masih ada beberapa orang pria yang dalam kondisi sulit masih tidak mau melakukan pekerjaan apa saja yang termasuk pekerjaan online sebagai marketing/ affiliate marketing atau pedagang dropship dengan alasan hasilnya tidak jelas.
Sementara beberapa wanita yang memiliki pasangan atau suami yang seperti itu terpaksa harus berjuang keras mengucurkan keringat lebih banyak agar bisa mendapatkan in kamu untuk menopang kehidupan keluarga dan membesarkan anak-anaknya.
Allah menakdirkan seorang pria sebagai kepala keluarga karena dianggap diberi kekuatan oleh Allah untuk menopang keluarga dengan kelebihan dari sisi tenaga dan kekuatan tubuh untuk bekerja optimal. Namun entah kenapa belakangan ini cukup banyak wanita yang umumnya merasa berjuang secara ekonomi sendirian sehingga wajahnya pucat tirus karena terus-menerus berjuang tanpa lelah agar bisa melahirkan semua untuk putra-putrinya.
Comments
Post a Comment